Filed under: love
First Love
Awalnya…
Kita saling tatap mata
Bersentuh lengan kemeja
Mengepung duka yang sekarat
Dengan sejumpit semangat
Tubuh semerbak mewangi
Menyemarakkan pagi
Dendam rinduku mengoyak malam
Melafalkan satu nama diantara kesunyian
Meski jenjang jelas terbentang
Anganku kubiarkan melayang
Tak punyaku pada sebentuk keberanian
Tak punyaku pada sederet ucapan
Akhirnya…
Sesuatu memang sedang terjadi
Mengaburkan banyak bukti
Menggulirkan banyak keindahan Sang Illahi…
Adakah puisi ini bisa mewakili
Akankah Kebahagiaan Berkawan Denganku ?!
Temaramnya suasana ajak diriku tuk merenung
Khayalan & bayangan nampak bersahabat
Saat kudapati belahan jiwaku bersandar di bahu
Berharap pagi segera datang tatap mentari
Hadirmu yakinkan langkahku menggapai asa
Jejak yang membekas di kalbuku
Menghendak seperti bangun dari mimpi malam tadi
Mencoba bangkit memeluk dirimu
Renungan & doa temani diriku
Agar ku bisa ajari lilin bagaimana bersinar
Terangi nurani yang kian usang dimakan waktu
Hujani dengan cahaya kesejatian
Selama ini ku hanya bisa mencari
Lalui kelokan tajam temui jalan buntu
Tanpa sedikitpun ada yang bisa pahami
Berusaha agar jalanku tetap lurus
Sampai hari itu…
Ketika ku temui…
Sosokmu…
Thanks For You…
Hanya dengan senyum
yang biarkan hujan berlalu
Sulit kupercaya kau berdiri disampingku…
membalut luka tanpa ada jalan kembali
Sulit kupercaya kau mengulurkan tangan
saat kujatuh
Kau menuntun kepincangan hati
menyangga tertatih oleh langkah
Kau yang mengubah
s’gala waktu yang terhenti
sedetik yang lalu
Kau menyusun tembok hati
yang runtuh
Kusalutkan ketegaran yang kau ajarkan
Kau yang terindah di hembusan nafasku
Jagalah aku dengan segala kemampuanmu
Thanks malaikat putihku
Biarkan terus terpatri cinta ini
Hingga semua tak patut di ucapkan…